.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 4
Total Pengunjung: 1055795

Artikel Motivasi Bisnis :: Ekotama


Sunday, 07 May 2017
NYAMAN

NYAMAN

Apa yang terbayang dibenak Anda ketika mendengar kata "nyaman"? Pasti Anda menginginkannya bukan? Itu sangat manusiawi. Hampir semua orang menginginkan hidup "nyaman" dalam segala hal. Oleh karena kita menginginkan kenyamanan, maka secara otomatis otak akan memerintahkan kita untuk menghindari ketidaknyamanan. Secara refleks kita akan melakukan perbuatan atau tindakan untuk menghindari ketidaknyamanan itu tanpa mempertimbangkan bahwa apa yang kita lakukan itu sejatinya merugikan diri sendiri atau orang lain.

Anda tidak salah baca. Nyaman itu hanya "keinginan" kita. Bisa merugikan diri kita dan orang lain. Nyaman bukan "kebutuhan" yang paling hakiki dalam hidup kita. Oleh karena itu waspadalah jika Anda menginginkan kenyamanan dalam hidup Anda. Itu hanya keinginan, realita semu yang mungkin tidak akan kita dapatkan selama hidup kita. Anda tidak akan mendapatkan apa-apa, malah melakukan perbuatan-perbuatan konyol yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Berikut ini contohnya: [more...]


Monday, 25 Jan 2010
YANG LALU BIARLAH BERLALU

YANG LALU BIARLAH BERLALU


Banyak orang tidak sadar jika ia mengidap trauma masa lalu. Ya, bayangan masa lalu itu menghantui sepanjang hidupnya, membuatnya selalu ketakutan bahwa hal yang sama akan terulang kembali. Oleh sebab itu ia menjadi orang yang selalu ragu-ragu setiap akan melakukan sesuatu. Akibatnya ia menjadi stagnan, tidak maju, tidak juga mundur. Ini adalah gambaran umum bagi kita yang masih terjebak dengan masa lalu kita, tidak bisa melupakannya, dan justru menghambatnya untuk maju. Anda pernah mengalaminya? [more...]


Monday, 25 Jan 2010
SERANGAN FAJAR

SERANGAN FAJAR


Mau bikin hidup Anda lebih bergairah? Lakukanlah Serangan Fajar! Bikinlah lawan Anda klepek-klepek (tak berdaya) dan mengakui strategi jitu Anda. Kalau Anda melakukannya dengan benar dan perhitungan matang, Anda akan mendapatkan kepuasan tiada tara. Hidup Anda siang harinya pun serasa lebih indah! [more...]


Monday, 25 Jan 2010
MANAJEMEN KODOK

MANAJEMEN KODOK


He...he...he... Kodok saja punya manajemen?!? Hebat ya? Tapi apa jadinya kalau manajemen kodok itu diadopsi manusia untuk menjalankan bisnis? Hebatkah jadinya? Anda pasti senyum-senyum kalau membayangkan realitanya. Inilah dunia. Apa saja bisa terjadi, dari yang tidak masuk akal sampai dengan yang sangat masuk akal. Santai saja, Bung! Bisnis bisa dijalankan sambil tertawa kok... [more...]


Monday, 25 Jan 2010
MBA ...!

MBA...!
(Management By Accident)


Kalau Anda mendengar kata MBA, apa yang terlintas dibenak Anda? Bisa konotasinya positif, bisa juga konotasinya negatif? MBA yang berkonotasi positif adalah Master of Business Administration, misalnya. Tapi MBA yang berkonotasi negatif itu Married By Accident... Nah, kalau yang negatif ini, siapa pun yang kena pasti malu juga. [more...]


Monday, 25 Jan 2010
BERMAIN KACA PEMBESAR

BERMAIN KACA PEMBESAR


Masa kecil saya dulu saya rasakan cukup indah. Pada waktu masih duduk di sekolah dasar, saya bisa bermain dengan teman-teman sebaya, meski tidak sebebas teman lainnya. Oleh karena masa-masa bahagia itulah, banyak kenangan yang masih saya simpan sampai sekarang. Semuanya terekam dengan baik di otak saya. [more...]


Monday, 25 Jan 2010
BERLAYAR TANPA ANGIN

BERLAYAR TANPA ANGIN


Indonesia ini negara bahari. 70% wilayahnya terdiri dari lautan dan hanya 30% yang berupa daratan. Ini pelajaran SD, masih Anda ingat? Itulah sebabnya nenek moyang kita itu seorang pelaut. Pengen lihat buktinya? Datanglah ke Candi Borobudur. Di candi yang dibuat pada abad ke-8 Masehi itu ada relief yang menggambarkan kapal layar yang dipakai pada saat itu untuk mengarungi samudra. Masih nggak percaya kalau kapal di relief itu bisa mengarungi samudra beneran. Mampirlah ke Museum Perahu Borobudur. Disitulah bersemayam replika kapal layar kuno made in nenek moyang kita yang seorang pelaut itu! [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
BERDAGANG ITU LEBIH BAIK DARIPADA MENJADI PEGAWAI

BERDAGANG ITU LEBIH BAIK DARIPADA MENJADI PEGAWAI


Judul diatas saya kutip dari tulisan Dr. "Aidh al-Qarni, seorang penulis Timur Tengah, dalam bukunya La Tahzan (Jangan Bersedih) yang telah menjadi best seller itu. Tulisan itu sekilas terlihat sederhana dan kurang bermakna, padahal jika kita telaah lebih jauh maknanya sangat dalam sekali. Sebuah ajaran spiritual dan kultural mengenai pentingnya suatu kewirausahaan yang dikemas hanya dalam satu kalimat tanpa bermaksud menggurui. Satu kalimat sederhana itulah yang saya cuplik untuk memberi judul tulisan yang sedang Anda baca ini. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
BERCINTA SEBELUM WAKTUNYA

BERCINTA SEBELUM WAKTUNYA


Bercinta sebelum waktunya itu memang nikmat! Setidaknya itulah gambaran mudah untuk menjelaskan hasil penelitian Iip Wijayanto beberapa tahun silam yang menyatakan bahwa lebih dari 90% mahasiswi di Yogyakarta itu sudah tidak perawan. Saking nikmatnya, sehingga para mahasiswi itu tidak lagi menghiraukan keperawanannya. Mungkin hal itu juga yang membuat saya heran dengan tingginya angka aborsi di Yogyakarta (tentunya yang tidak resmi). Ini saya ketahui pada saat saya melakukan riset untuk menyusun buku saya yang pertama, Abortus Provocatus Bagi Korban Perkosaan Yang Hamil, meskipun data itu akhirnya tidak saya publikasikan karena memang tidak resmi, tapi betul-betul ada. Sudah tidak perawan, hamil, aborsi pula. Inilah akibat bercinta sebelum waktunya dalam arti yang sebenarnya. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
ASYIKNYA MALAM PERTAMA

ASYIKNYA MALAM PERTAMA


Anda pernah kawin? Eh, maksudnya bersenggama dengan lawan jenis? Tidak peduli apakah Anda melakukannya setelah menikah atau sebelum menikah. Apa yang Anda rasakan?

Bagi pengarang atau penulis cerita, malam pertama selalu dilukiskan dengan segala keindahannya. Mulai dari keindahan yang bisa dilukiskan dengan kata-kata sampai dengan keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata lagi. Namun kenyataannya ternyata tidak seindah demikian. Itulah realitanya! Nggak percaya? Tanya saja kepada orang-orang terdekat Anda yang pernah melakukannya. [more...]


1 2 NEXT

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.