.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Friday, 12 Dec 2014
segmen pemasaran es dawet acara pernikahan
doni irwansyah
assalamu'alaikum wr wb, selamat malam bpk ekotama, semoga sehat selalu, pelayanan bpk selalu menjadi prioritas bagi saya untuk selalu konsultasi masalah setiap usaha saya, dan saya ingin meminta arahan yang saat ini sedang terkendala dalam usaha saya
Konsultasi Ekotama
Sunday, 31 Aug 2014
ANTRI BBM...?!?
ANTRI BBM...?!? Aku geram melihat antrian kendaraan bermotor mencari "minum" di SPBU. Kepalaku panas karena terjebak kemacetan ditengah panas terik musim kemarau setiap melewati SPBU yang sekarang makin rapat saja jaraknya disetiap lajur jalan.
Pengunjung Saat ini: 2
Total Pengunjung: 524647

Wednesday, 23 Nov 2011
sugianto akhmad s.
menentukan besarnya franchise fee & royalty fee

Bapak  Suryono Ekotama yth........semoga bpk sklga senantiasa sehat-wal 'afiat diberikanNYA  rezki   melimpah & berkah, amin
saya merencanakan membuat prospektus / penawaran  modal awal franchisee yang bertingkat mulai :
Paket  A   800 jt   kontrak  5 thn, perkiraan   BEP  21 bln
Paket  B   550 jt   kontrak  5 thn,  perkiraan  BEP  19 bln
Paket  C   250 jt   kontrak  5 thn,  perkiraan  BEP  17 bln
Pertanyaan  :
1.  Berapakah idealnya  besarnya   franchise fee  &   royalty fee masing2...................????
2.  Tolong sy diberikan kiat2 supaya  bisnis franchise sy cepat berkembang ???
3.  Kalau mau beli buku2 nya bapak bgmn caranya ????
            

.................terima-kasih.............



Jawaban:
Thursday, 24 Nov 2011

Terimakasih atas atensinya Bapak Sugianto. Berikut ini jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda:

1. Berapa besarnya Franchise Fee?
Franchisor bebas menentukan berapa besarnya franchise fee. Ada yang menentukan Rp. 10 juta / tahun, ada yang menentukan Rp. 25 juta / tahun. Semuanya tergantung dari potensi dan prospek bisnisnya. Jika bapak bisa membuktikan bahwa bisnis Bapak memiliki potensi keuntungan yang sangat besar, menentukan Franchise Fee sebesar-besarnya pun tidak masalah, karena franchisee tetap untung. Saya sudah menguraikan secara detail hal ini dalam buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE terbitan Citra Media. Bapak dapat mempelajari lebih lanjut.

2. Berapa besarnya Royalty Fee?
Royalty yang wajar diseluruh dunia adalah 5%, 10% atau 15% dari omzet (penjualan). Bapak dapat memilih salah satunya. Tentunya memilih prosentase ini tidak semudah menunjuk salah satunya, karena harus mempertimbangkan nett profit minimal yang harus diperoleh Franchisee untuk mengembalikan biaya investasinya. Makin banyak omzet penjualannya, makin banyak pula Bapak dapat mengambil royalty fee-nya. Tapi makin minim omzetnya, sedangkan royalty fee besar, makin minim / makin rugi si franchisee-nya. Saya sudah menguraikan secara detail hal ini dalam buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE terbitan Citra Media. Bapak dapat mempelajari lebih lanjut.

CATATAN TAMBAHAN UNTUK FRANCHISE FEE & ROYALTY FEE :
Menentukan franchise fee dan royalty fee harus berdasarkan Laporan Keuangan perusahaan Bapak yang sudah berjalan (ambil rata-rata omzet, cost, nett profit, dalam 3 tahun terakhir berturut-turut). Dengan cara ini Bapak dapat menentukan franchise fee dan royalty fee yang wajar. Franchise fee & royalty fee itu masuk ke posting biaya, sehingga mengurangi nett profit. Ini yang perlu diwaspadai. Banyak Franchisor Abal-Abal yang tidak mengenakan franchise fee dan royalty fee, itu maksudnya supaya nett profit franchisee tidak berkurang. Padahal tanpa franchise fee dan royalty fee, franchisor tidak dapat hidup. Seperti buah simalakama kan? Mohon dicermati kembali dalam buku saya : JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE terbitan Citra Media.

3. Kiat-kiat Supaya Bisnis Franchise Cepat Berkembang?
Untuk dapat menjalankan bisnis franchise dengan baik sehingga bisnis mudah berkembang, Bapak harus menyiapkan tiga hal, yakni tim manajemen yang qualified, sistem manajemen yang praktis, standard operating procedure (SOP) yang teruji, dan ketersediaan pasar yang cukup.
TIM MANAJEMEN YANG QUALIFIED adalah tim manajemen yang teruji ketrampilannya mengelola bisnis franchise (bukan bisnis biasa, apalagi bisnis rumah tangga). Untuk mendapatkan orang-orang dengan kualifikasi seperti ini, butuh kerja ekstra keras selama bertahun-tahun. Maklum, tenaga ahli manajemen franchise di Indonesia sangat minim sekali. Melihat biaya investasi Bapak yang hampir mencapai 1 Milyar, Bapak harus sangat serius menyiapkan tim manajemen ini. Jika tidak, investasi itu akan menguap begitu saja. Resiko bagi kita adalah tuntutan hukum dikemudian hari. Orang awam melihat bisnis franchise itu manis, padahal pengelolaannya sangat kompleks. Tanpa orang-orang ahli, bisnis franchise yang Bapak bangun hanya akan berumur 3 tahun, setelah itu terjun bebas, sama seperti franchisor-franchisor asli Indonesia yang meroket dalam waktu 3 tahun, tapi setelah itu kehabisan tenaga dan sekarang sudah tidak ada kabarnya lagi, entah bangkrut, entah dipenjara. Satu-satunya yang bisa mengamankan kita bukanlah bodyguard, tetapi Tim Manajemen Yang Qualified.
SISTEM MANAJEMEN YANG PRAKTIS adalah sistem manajemen yang profesional, modern, efektif, efisien, dan berbasis pada kinerja. Jika bapak masih mengoperasikan bisnis dengan cara biasa (konvensional) atau bahkan dengan manajemen rumah tangga, lupakanlah bisnis franchise. Bisnis franchise itu murni kapitalisasi, setiap detik waktu yang dimiliki dipakai untuk mencari keuntungan, sehingga sistem manajemen yang dipakai pun sistem manajemen yang berbasis pada kinerja (bukan saudara atau teman-teman). Saya sudah menguraikan lengkap bagaimana cara membuat sistem manajemen yang praktis dan profesional itu dalam buku TRIK JITU PENGUSAHA CERDAS MENGELOLA USAHA & SDM terbitan Cakrawala. Bapak harus menyusun sistem manajemen sesuai dengan panduan 15 bab dalam buku tersebut. Jika kurang satu saja, saya pastikan tidak akan berjalan sempurna. Silakan dipelajari lebih lanjut.
STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) YANG TERUJI adalah SOP yang sudah Bapak terapkan dalam bisnis Bapak selama 3 tahun berturut-turut dan teruji menguntungkan. Tidak semua SOP menguntungkan. Contohnya : SOP yang dibuat oleh birokrat, barang gampang dibikin susah. Bisnis franchise itu kebalikannya, semuanya harus serba cepat, tepat, praktis, dan ekonomis. Jika SOP Bapak belum teruji menguntungkan, seyogyanya SOP tersebut diperbaiki kembali dan diujicoba kembali. Setelah teruji menguntungkan, baru jualan franchise. Saya jamin Bapak tidak akan pusing menghadapi gugatan franchisee yang tidak puas. SOP adalah tulang punggung bisnis franchise. Saya sudah menguraikan lengkap hal ini dalam satu buku : CARA GAMPANG BIKIN S.O.P. terbitan Media Pressindo. Bapak dapat mempelajari lebih lanjut.
KETERSEDIAAN PASAR YANG CUKUP adalah pasar yang Bapak sediakan untuk para Franchisee. Banyak franchisor abal-abal yang menyepelekan pasar ini, bahkan mereka menyerahkan kepada franchisee untuk mencari pasar sendiri. Kan konyol? Ujung-ujungnya, ketika baru buka ramai, setelah itu sepi pembeli. Padahal kewajiban untuk menyediakan pasar itu ada di Franchisor. Jika bisnis Bapak adalah apotek, Bapak harus menjamin bahwa di daerah yang akan didirikan apotek Bapak itu tersedia pasar yang cukup untuk membeli obat-obat yang tersedia di apotek Bapak, sehingga dalam satu bulan Bapak dapat keuntungan bersih Rp. 38.095.239,-. Ini saya ambil contoh Paket A biaya investasi Rp. 800.000.000,- : 21 bulan = Rp. 38.095.239,-/bulan. Jika keuntungan dari satu item obat hanya Rp. 500,-, berarti satu bulan harus dapat menjual 76.191 item obat (ini belum saya kurangi dengan biaya operasional apotek). Siapa yang akan membeli 76.191 item obat setiap bulan? Jika populasi di sekitar apotek terdiri dari 20.000 jiwa, berarti setiap jiwa harus membeli 4 item obat di apotek Bapak setiap bulannya. Ini dapat terjadi jika 20.000 jiwa tersebut sakit-sakitan semua dalam jangka panjang (termasuk keturunannya) dan mereka memiliki kemampuan beli obat yang cukup tiap bulan tanpa henti sepanjang tahun. Jika tidak, maka investasi kita tidak akan kembali. Nah, bagaimana ceritanya kalau populasi di sekitar apotek itu ternyata orang-orang yang sehat dan enerjik, mereka golongan menengah keatas, mereka memiliki asuransi yang baik dan mereka pelanggan dari rumah-rumah sakit terkenal yang menyediakan layanan pembelian obat secara paket? Tentu pasar seperti ini tidak prospektif. Tanpa pasar yang cukup, bisnis kita akan mati. Kita sebagai franchisor pasti akan digugat franchisee yang telah mengeluarkan biaya investasi Rp. 800.000.000,- tersebut. Jadi, supaya bisnis franchise yang Bapak bangun lancar, Bapak harus menyediakan pasar yang cukup untuk para franchisee (ini merupakan kewajiban Franchisor menurut PP No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba). Banyak cara membentuk pasar. Saya sudah menguraikan lengkap dalam 4 judul buku saya : SENI MENJUAL DENGAN HATI terbitan Media Pressindo, TRIK JITU PROMOSI MURAH MERIAH terbitan Cemerlang Publishing, CARA CERDAS MEMBESARKAN USAHA DENGAN MEDIA MASSA terbitan Cemerlang Publishing, dan BISNIS MODAL DENGKUL ITU OMONG KOSONG terbitan Media Pressindo. Bapak dapat mempelajari lebih lanjut. Sedangkan cara untuk melindungi pasar franchisee beserta alasannya (dasar hukumnya) dan akibat hukumnya, sudah saya ungkapkan lengkap dalam satu bab tersendiri di buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE terbitan Citra Media.

4. Cara Membeli Buku-buku Saya?
Saya masih menyediakan beberapa eksemplar buku untuk kondisi darurat, termasuk melayani order dari para pembaca buku yang kesulitan mendapatkan buku-buku saya di toko buku. Bapak dapat membeli langsung melalui saya. Bapak tinggal sebutkan saja judul bukunya, kemudian transfer biaya pembelian buku ke rekening saya, buku akan saya kirim secepatnya (2-3 hari sudah sampai alamat tujuan). Harga satu buku Rp. 200.000,- (sudah termasuk biaya kirim). Semua judul harganya sama. Bapak dapat melakukan order langsung melalui HP saya 0813-9251-1000. Saya tunggu kabar baiknya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan pencerahan. Sukses selalu untuk Bapak sekeluarga dan bisnisnya.





Thursday, 13 Nov 2014

S.O.S. CANDI BOROBUDUR...!!!

Akhir September 2014 yang lalu, saya mengantar tamu ke Candi Borobudur. Dengan penuh kebanggaan saya ceritakan tentang peninggalan nenek moyang kita yang sudah berusia 1300 tahun ini. Tamu saya terlihat takjub mendengar cerita itu. Saya yakin, dibenaknya tergambar pengalaman yang luar bisa mengunjungi dan menyaksikan kemegahan Candi Borobudur.

Bagi saya sendiri, mengunjungi Candi Borobudur bukanlah yang pertama atau kedua. Pertama kali mengunjungi candi ini ketika saya duduk di bangku SMP. Setelah itu saya selalu terinspirasi dengan canggihnya ilmu dan teknologi nenek moyang kita itu, sehingga saya selalu menjamu tamu dengan mengunjungi candi ini. Sudah tidak terhitung berapa jumlah tamu yang saya antar dan saya beri penjelasan tentang candi ini. Semuanya merasa takjub pada awalnya.

Thursday, 28 Aug 2014

Surat Terbuka Untuk Pak Jokowi (3)

MUSNAHKAN JAS, GANTI DENGAN BATIK

 
Pak Jokowi, saya mendukung Anda karena Anda memiliki program Revolusi Mental yang sejalan dengan konsep Revolusi Indonesia saya. Namun melihat penampilan Anda akhir-akhir ini, saya kecewa. Anda makin rajin mengenakan jas. Dimana Revolusi Mental yang dulu Anda canangkan?

Pak Jokowi, Indonesia itu negara yang beriklim tropis. Tidak cocok mengenakan jas yang didesain untuk iklim dingin atau sub tropis. Jas itu budaya eropa, budaya barat. Harganya mahal, tidak ekonomis dan merupakan pemborosan. Apakah meniru budaya barat dan pemborosan itu dinamakan Revolusi Mental? Apakah meniru budaya barat itu disebut kemandirian dalam bidang budaya? Apakah melakukan pemborosan itu disebut kemandirian dalam bidang ekonomi?

Saturday, 16 Aug 2014

SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI & DRPD KAB. BANYUMAS

SELAMATKAN PG KALIBAGOR...!


 
Bapak Bupati Banyumas dan seluruh Pimpinan maupun Anggota DPRD Kab. Banyumas, saya sangat sedih sekali melihat kondisi Pabrik Gula (PG) Kalibagor yang terletak di daerah Sokaraja, ditepi jalan utama Banyumas - Purwokerto, Jawa Tengah. PG peninggalan Belanda ini sudah bertahun-tahun terlihat dibiarkan tanpa perawatan dan penjagaan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal PG ini merupakan asset pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang sebagai peninggalan sejarah (benda cagar budaya) yang harus dilestarikan.

Copyright 2009 - ekotama. All Rights Reserved.