.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Friday, 08 Dec 2017
Bagaimana Agar Panggilan Kerja Datang Kepada Saya?
Novita Kurniastining Wulan
Selamat Malam Bapak Eko. Semoga bapak sehat selalu. Mohon maaf menggangu waktu bapak. Saya mau bertanya, saya ingin mendapat panggilan kerja dari Bank BTN. Rencananya, Saya akan mengirimkan lamaran ke bank tersebut. Saya mempunyai pengalaman sebagai
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 1
Total Pengunjung: 913655

Monday, 19 Jun 2017
ASEP RAKHMAT
Biaya operasional Marketing departement

Selamat Siang Pak,

mohon bantuannya untuk memberikan petunjuk bagaimana cara
menentukan besaran biaya untuk operasional marketing.

terima kasih

salam sejahtera

Asep Rakhmat



Jawaban:
Monday, 10 Jul 2017

Selamat siang juga Bapak Asep Rakhmat.

Terimakasih atas atensinya. Berikut ini jawaban atas pertanyaan Bapak:
Biaya operasional marketing atau biaya marketing adalah salah satu elemen biaya dalam operasional perusahaan. Biaya marketing meliputi:

1.Biaya sewa kendaraan bermotor untuk operasional sales;
2.Biaya bahan bakar minyak untuk operasional sales;
3.Biaya barang cetakan untuk promosi dan pemasaran: brosur, spanduk, pamphlet, dll;
4.Biaya iklan (iklan di koran, baliho, dll);
5.Biaya fee / komisi / diskon
6.Dan lain-lain biaya marketing, tergantung strategi marketing yang ditetapkan pimpinan perusahaan.

Total biaya marketing tersebut besarannya sangat tergantung pada produk yang dijual. Contoh:

1.Jika Bapak memiliki produk yang laris manis tanpa perlu dipasarkan, berarti Bapak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk ke-5 item diatas. Biaya marketingnya nihil;
2.Jika produk Bapak belum dikenal masyarakat, sehingga harus dilakukan operasi pemasaran door to door, maka Bapak harus mengeluarkan biaya butir 1,2,3,5;
3.Jika produk Bapak sudah stabil penjualannya dan Bapak hendak mempertahankan stabilitas penjualan itu, Bapak perlu mengeluarkan biaya butir 1,2,3,4,5;
4.Jika produk Bapak sudah menguasai pasar dan Bapak ingin mempertahankan eksistensi produk tersebut, Bapak perlu mengeluarkan biaya terbesar untuk butir 4 (biaya iklan).
Luas area pemasaran dan kondisi geografis area pemasaran juga mempengaruhi biaya marketing. Wilayah pemasaran yang sempit (radius kurang dari 1 km) dengan infrastruktur yang baik tentu membutuhkan biaya marketing yang lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah pemasaran yang mencakup area sangat luas dan kondisi geografis yang kurang baik (misalnya radius 50 km, bergunung-gunung, letak satu daerah dengan daerah lain berjauhan).

Sayang sekali dalam surat ini Bapak tidak menyebutkan jenis produk (barang / jasa), area pemasaran dan strategi pemasaran yang ditetapkan, sehingga saya tidak dapat menyajikan perhitungan yang tepat. Namun secara umum dapat saya ungkapkan bahwa dalam praktik di lapangan, biaya marketing biasanya ditetapkan antara 30 - 60% dari harga jual. Contoh: Bapak menjual produk seharga Rp.10.000,-, maka Rp.3.000,-nya adalah biaya marketing. Jika produk tersebut tidak memerlukan sales untuk dipasarkan door to door (konsumen datang sendiri ke tempat usaha Bapak), maka biaya Rp.3.000,- tersebut dapat diberikan kepada konsumen sebagai diskon maksimal 30%. Diskon disini berperan sebagai insentif penjualan dengan harapan konsumen memberikan repeat order.

Jika Bapak kesulitan menghitung biaya marketing per produk, Bapak dapat menetapkan biaya marketing dari target pendapatan kotor perusahaan (omzet). Misalnya, target omzet Rp.100.000.000,- (100%), biaya marketingnya 30% alias Rp.30.000.000,-. Sisanya yang 70% adalah biaya produksi (20%), biaya operasional perusahaan (30%) dan margin laba (20%). Dengan uang Rp.30.000.000,- tersebut Bapak harus dapat menghasilkan pemasukan / pendapatan Rp.100.000.000,- ke kas perusahaan setiap bulan. Disini Bapak perlu merinci lebih jauh penggunaaan uang Rp.30.000.000,- tersebut untuk kegiatan marketing apa saja.

Bagaimana jika biaya marketing sudah dikeluarkan Rp.30.000.000,- (30%) tetapi omzet hanya tercapai Rp.90.000.000,- (hanya tercapai 90%)? Itu artinya yang salah bukan perhitungan biaya marketingnya, tetapi karyawan Bapak di bagian sales dan marketing yang kurang produktif. Bisa saja sales tiap hari muter, tiap hari beli BBM, tetapi ternyata hanya tidur di rumah. Nah, efektifitas biaya marketing ini harus dikontrol ketat supaya Bapak tidak kebobolan. Ada pengusaha yang menggunakan trik penghematan kelas berat dengan cara memotong biaya marketing (misalnya dari 30% menjadi hanya 10%). Alhasil brosur tidak tercetak, operasional kendaraan terbatas, omzet malah makin melorot. Orientasi utama seharusnya tetap pada produktifitas karyawan (sales / marketernya). Mereka ini seharusnya dapat menjual dengan biaya semurah-murahnya, tetapi kita jangan menyunat anggaran. Biarlah mereka yang berpikir supaya bekerja efektif dan efisien.


Semoga membantu. Sukses selalu...!




Thursday, 15 Sep 2016

MEMPERINGATI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, LAUNCHING BUKU BARU
RAHASIA MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN

 

SURYONO EKOTAMA sering berkata pedas soal cara bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Mulai dari libur (tidak produktif), sampai lomba-lomba konyol yang tidak mendidik (balap karung, panjat pinang, makan kerupuk, dan sebagainya). Menurutnya, sebagai bangsa yang merdeka, seharusnya bangsa Indonesia mampu memperingati hari kemerdekaannya dengan cara yang lebih bermakna, misalnya lomba matematika, lomba fisika, lomba teknologi tepat guna, lomba disain baju, dan sebagainya yang menunjukkan kualitas manusia Indonesia yang sebenarnya.

Thursday, 21 Apr 2016

ULTAH KE-39, LAUNCHING BUKU


DATANG BAWA LAMARAN, PULANG BAWA SAHAM

 

Komitmen Suryono Ekotama untuk turut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia betul-betul dibuktikan dengan karya nyata. Sepanjang tahun 2015, ia menerbitkan empat judul buku bertema peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni TRIK JITU JUAL DIRI (Gramedia Pustaka Utama), SUKSES MENEMBUS SELEKSI KARYAWAN (Gramedia Pustaka Utama), RAHASIA SUKSES SELEKSI WAWANCARA (Gramedia Pustaka Utama); CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET (Elex Media Komputindo).

Thursday, 05 Nov 2015

HARI SUMPAH PEMUDA, LAUNCHING BUKU

"CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET"

Hari Sumpah Pemuda diperingati sebagai kebangkitan pemuda pemudi Indonesia dan jiwa nasionalismenya. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan untuk memperingati hari sumpah pemuda ini untuk kemajuan bangsa Indonesia?

Banyak pemuda dan pemudi justru galau memperingati hari sumpah pemuda. Sudah sumpah pemudanya tidak hapal, tidak pula ada karya nyata yang disumbangkan untuk memajukan bangsa. Namun berbeda dengan Suryono Ekotama. Seperti biasanya, penulis yang masih mengklaim dirinya muda usia ini memperingati hari sumpah pemuda dengan karya nyata. Ia menerbitkan buku baru untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia bersama Penerbit Elex Media Komputindo (Jakarta) berjudul CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET YANG PRODUKTIF DAN MENGUNTUNGKAN. Buku ini adalah buku ke-20 dari serial buku bisnis praktis yang diterbitkan oleh Suryono Ekotama.

Copyright 2009 - 2018 :: ekotama. All Rights Reserved.